Pepatah Aceh Jameun

10 Pepatah Aceh Jameun Beserta Arti dan Maknanya

Beberapa pepatah Aceh jameun di bawah ini bisa Anda pakai untuk dijadikan nasihat hidup. Jameun merupakan bahasa Aceh yang memiliki arti zaman atau masa dahulu. Jika disimpulkan Jameun adalah kata lampau dan pepatah itu dikenal sejak zaman nenek moyang.

Pepatah jaman dulu sering digunakan untuk memberikan nasihat pada orang lain. Peribahasa mengandung makna yang sangat mendalam sehingga artinya begitu kuat. Dengan mengenali makna-maknanya, Anda bisa mendapatkan hidayah yang diberikan orang lampau.

Nasihat Aceh jameun akan menjadi sebuah pelajaran, alasannya karena ada makna yang bisa ditelaah dan dipahami dalam kehidupan sehari-hari. Setiap pepatah zaman dahulu, biasanya memiliki makna yang berbeda-beda tergantung bentuk nasihatnya seperti apa.

Beberapa pepatah akan membantu Anda karena makna dari nasihatnya sangat bermanfaat. Bahkan pepatah Aceh juga sering digunakan masyarakatnya untuk menasihati generasi muda.

10 Pepatah Aceh Jameun Paling Sederhana

hikayat Aceh Jameun

Pada dasarnya pepatah merupakan sebuah paribahasa yang berasal dari nasihat atau ajaran orang tua. Jika pepatah itu berasal dari masa lalu, maka nasihatnya diungkapkan oleh nenek moyang kita. Berikut ini beberapa pepatah warga Aceh lama beserta makna-maknanya.

1.      “Yoh na teuga taibadat, tahareukat yoh goh matee”

Artinya selagi kuat beribadatlah, berusahalah mencari rezeki sebelum mati. Pepatah itu mengarah pada sebuah ibadah dan kerja keras. Maknanya selama Anda dapat bekerja, janganlah untuk melupakan ibadah kepada Tuhan yang maha Esa.

✅Baca Juga:  Faktor Eksternal Yang Mempengaruhi Perkembangan Bakat Khusus adalah?

Selama bekerja, jangan melupakan ibadah yang sudah menjadi tujuan kita untuk hidup. Waktu harus digunakan sebaik mungkin agar kehidupan kita di dunia ini tidak sia-sia. Jika bekerja memenuhi kebutuhan adalah sekunder, maka beribadah menjadi primernya.

Contoh : Bekerja keras boleh, tapi jangan lupa beribadah dan bersyukur atas rezekinya

2.      “Tajak beutroh takalon beudeuh, beek rugo meuh saket hatee”

Artinya pergi sampai batas, melihat dengan jelas, jangan sampai rugi dan sakit hati. Kata-kata Aceh Jameun itu mengarah pada keputusan yang harus dipikir matang-matang. Jika melakukan sesuatu atau mengambil sebuah keputusan, sebaiknya diperhatikan.

Jangan sampai keputusan itu membuat Anda menyesal di kemudian hari. Pikirkan segala kemungkinan yang ada, mulai dari sebab akibat sampai untung ruginya. Masa depan Anda bergantung pada keputusan awal, sehingga jangan sampai salah mengambil jalan.

Contoh : Menikahlah dengan orang yang benar, karena pernikahan tanpa pikir panjang akan membuat penyesalan terasa menyakitkan

3.      “Tahimat yek mantong na, beuteugoh that yoh goh cilaka”

Artinya berhematlah selama masih ada dan berhati-hatilah sebelum celaka. Nasihat itu menunjukkan sebuah perilaku seseorang semasa hidupnya. Makna dari pepatah itu adalah jangan menyia-nyiakan hidup selama masih bisa senang dan bergembira.

Berhati-hatilah pada keputusan yang akan diambil karena hal itu bisa saja membuat Anda menyesal di lain hari. Sama seperti pepatah sebelumnya tetapi lebih mengarah pada awal dan akhir. Seperti rasa memiliki yang harus dipertahankan selama masih bisa dilakukan.

Contoh : Seorang anak harus menghormati orang tua selama masih hidup, karena rasa kehilangan akan terasa berat dan menyakitkan.

  1. Pepatah Aceh jameun “Asee blang nyang pajoh jagong, asee gampong nyang keunong geulawa”

Artinya anjing ladang sedang makan jagung, anjing kampung yang kena lempar. Pepatah tersebut memiliki arti sebuah kesalahpahaman. Maknanya, satu orang yang melakukan kesalahan maka akan menimbulkan kesalahpahaman pada orang lain.

✅Baca Juga:  Apa itu ASMR ?

Anda harus berhati-hati ketika melakukan suatu hal. Jangan sampai tindakan tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan orang lain. Perlu diingat karma sudah pasti ada, sehingga segala tindakan harus dipertanggung jawabkan secara langsung.

Contoh : Ketika melakukan kesalahan, sebaiknya Anda cepat-cepat mengaku agar orang lain tidak dirugikan atas kesalahan itu.

  1. “Beugah bu jak, beugah bu raya”

Artinya tidak ada yang bisa dibanggakan selain kemuliaan Tuhan. Perintah Aceh Jameun mengenai ilmu agama sudah pasti harus diterapkan. Makna dari pepatah itu ialah jangan membanggakan sesuatu yang berasal dari hidup, karena kemuliaan Tuhan lebih penting.

Material kehidupan tidak bisa dibawa ke alam baka setelah kita pergi. Oleh sebab itu, ada hal lain yang perlu diutamakan seperti amal dan ibadah. Kemuliaan Tuhan lebih penting dari pada semua hal yang Anda dapatkan selama hidup termasuk uang dan properti.

Contoh : Manusia jangan melupakan Tuhan saat sudah kaya, karena amal dan ibadah itu jauh lebih penting.

6.      “Ureueng Aceh meukeutap meusajan”

Artinya orang Aceh selalu bersikap tenang. Kata pepatah terlihat mengarah pada jiwa dan kepribadian orang Aceh yang selalu mengutamakan sikap tenang. Jika ada masalah, orang Aceh akan mengatasinya secara tenang agar solusi terbaik bisa ditemukan.

7.      “Lam gata meudarat, lam gata meujuhat”

Artinya tidak ada jalan yang mudah, semuanya membutuhkan kerja keras. Satu pepatah yang mengarah pada sebuah pencapaian, pasti diraih dengan sebuah kerja keras. Semua pencapaian di dunia tidak mungkin didapat tanpa adanya usaha dan kerja keras.

Jika Anda ingin meraih suatu pencapaian, maka bekerja keraslah untuk mendapatkannya. Jangan berharap pada keberuntungan karena itu menyalahi kuasa Tuhan. Semua tindakan pasti memiliki sebab dan akibat seperti mendapat juara 1 di sebuah Olimpiade.

Contoh : Anda berhasil memenangkan kejuaraan lomba lari jarak menengah karena sudah bekerja keras dengan terus berlatih.

8.      “Bèk ngon lhèe lom, cahya ngon lhèe lon”

Artinya bersabar dan bersyukur adalah kunci kebahagiaan. Perkataan itu bisa dikaitkan dengan rasa syukur karena telah mendapatkan suatu hal. Maknanya Anda harus terus bersabar dan bersyukur jika ingin terus hidup dengan rasa kebahagiaan.

✅Baca Juga:  Apa Penyebab Anak Nakal dan Susah Diatur ?

Jika terlalu memikirkan suatu yang tidak penting, karena Anda akan merasa pusing sendiri. Suatu hal yang tidak penting akan membuat rasa stres menumpuk dan tidak bisa bahagia. Oleh sebab itu, berpikirlah positif dan terus menerima hasil dengan lapang dada.

Contoh : Jangan merasa gagal jika sudah kalah, bersabar dan bersyukurlah atas sebuah pencapaian yang sudah diraih untuk mendapat kebahagiaan.

9.      “Lam ngon nyan bunoe ngon nyan meurasa”

Artinya semua yang orang sudah pasti berbeda dan memiliki keunikannya masing-masing. Tentunya pepatah tersebut diibaratkan sebagai sebuah kapasitas seseorang. Makna yang bisa diambil ialah menerima keunikan dan kapasitas orang-orang apa adanya.

Jangan mempermasalahkan kapasitas orang lain, karena sudah jadi keunikannya sendiri. Nikmati hidup apa adanya dengan saling menerima satu sama lain. Perbedaan tidak akan membuat Anda rugi, karena sudah dibentuk sesuai hukum alam.

10.  “Peu lheu nyang teujadi teungku lom meu lom”

Artinya tidak ada hal yang mustahil jika kita bisa terus berusaha. Suatu Pepatah yang maknanya sama seperti nasihat pada umumnya. Sesuatu hal tidak akan mustahil jika kita berusaha untuk terus menggapai dan mengusahakannya.

Pepatah ini mengarah pada orang yang memiliki cita-cita setinggi langit. Anda harus selalu percaya bahwa cita-cita itu bisa digapai dengan terus berusaha. Jangan sampai menyerah karena tidak ada yang tidak bisa digapai tanpa adanya sebuah usaha.

Kesepuluh pepatah di atas bisa Anda gunakan untuk menjalani kehidupan. Nasihat dari nenek moyang sangat bermanfaat, khususnya jika sedang menghadapi masalah. Masih ada banyak pepatah Aceh Jameun yang bisa Anda pelajari, karena nasihat ada banyak bentuknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *