Groundbreaking Cooking Plant Produksi Pulp” TPL” Semakin Ramah Lingkungan, Efisien dan Hemat Energi

TOBASA (portalsumatera.com) – Hidup tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, bukan hanya menjadi fokus dan tujuan berdirinya salah satu pabrik Pulp terbaik didunia yakni PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL). Pabrik produksi bubur kertas yang berada di kabupaten Tobasamosir provinsi Sumatera Utara ini, secara bertahap juga membangun Groundbreaking Cooking Plant, untuk meningkatkan kinerja fasilitas produksi agar semakin ramah lingkungan, bahkan memperkecil resiko aroma yang dihasilkan dari aktivitas produksi pulp.

Sejak peletakan batu pertama pada awal bulan Agustus 2018 yang lalu, kini pembangunan Groundbreaking Cooking Plant telah menghadirkan alat Cooking Plat dan ODL Plant yang nantinya akan berfungsi memproduksi pulp ( bubur kertas ) dengan menggunakan bahan kimia yang lebih sedikit sehingga dapat meminimalkan dampak lingkungan yang lebih rendah.

Groundbreaking Cooking Plant  dibangun dengan luasan wilayah 2, 475 meter persegi (75 x 33 meter). Dengan menggunakan teknologi yang sangat tinggi dan terkini, proses serpihan kayu eucalyptusmenggunakan sistem cold blow.  Dimana suhu yang dibutuhkan untuk melakukan proses memasak serpihan kayu, cukup di bawah 100 derajat celcius. Bahkan system teknologi yang tergolong canggih ini, juga menggunakan teknologi non-condensable gas, sehingga bau yang dihasilkan dapat berkurang secara signifikan menuju zero smell.

“Groundbreaking untuk cooking plant ini merupakan momen bersejarah dan penting bagi perusahaan, karena komitmen perusahaan untuk memperbaiki kinerja pabrik menjadi semakin ramah lingkungan, lebih efisien, dan hemat energi,” ujar Direksi PT TPL, Mulia Nauli, Kamis (29/1/2019)

Groundbreaking Cooking Plant, banyak menggunakan sistem dan teknologi terbaru yakni,   penggunaan listrik dapat dihemat hingga 9% dibandingkan dengan sistem sebelumnya. Bahkan kualitas hasil pemasakan bubur pulp menjadi lebih baik 15%, dan penggunaan steam yang berkurang hingga 33%.

Mulia Nauli menambahkan, pada bagian sistem pengendalian pabrik juga akan dijalankan secara otomatis, sehingga penggunaan dan bekerjanya mesin produksi pulp dapat dipastikan kondisinya. Bahkan menurut Mulia Nauli, sistem yang akan digunakan nantinya dapat memperkecil Shutdown setiap akhir tahun. Sehingga sistem ini akan tercipta efisiensi perawatan dan konsumsi air.

“Sampai saat ini proyek revitalisasi pabrik ini telah mempekerjakan 350 orang pekerja langsung dan tidak langsung. Proyek revitalisasi pabrik ini nantinya akan menyerap lebih dari 1,000 tenaga kerja hingga 2019,” harapnya.

Sementara itu pada Februari 2018 lalu, proyek pengerjaan revitalisasi sistem produksi telah direvitalisasi TPL, menjadi jantung perencanaan, diskusi untuk pengambilan takeputusan, dan pertemuan untuk memantau perkembangan pembangunan revitalisasi pabrik dengan mitra kontraktor.(hy)

Please follow and like us:

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *